KOTA INDERALUKA
teriakan itu tiada kedengaran
yg ada hanyalah kesan
yang memandang dan yang mendengar
tiada upaya untuk menyapa
yang menjeling dan yang mengherdik
bisa menambah rasa perisa
langkah tersusun hanya larian
titik berhenti masih tak jumpa
masih berpusing putar yang sama
roda tua menanti pancitnya
hanya angin bertukar ganti
masih berjalan lorong yang sama
dari bicara bukanlah sahaya
ibarat kota engkau yang punya
hakikatnya debu tiada guna
sebenarnya kau dikota inderaluka
-Amin Arawi
31/5/2015