Saturday, 8 August 2015

KOTA INDERALUKA

teriakan itu tiada kedengaran
yg ada hanyalah kesan
yang memandang dan yang mendengar
tiada upaya untuk menyapa

yang menjeling dan yang mengherdik
bisa menambah rasa perisa
langkah tersusun hanya larian
titik berhenti masih tak jumpa

masih berpusing putar yang sama
roda tua menanti pancitnya
hanya angin bertukar ganti
masih berjalan lorong yang sama

dari bicara bukanlah sahaya
ibarat kota engkau yang punya
hakikatnya debu tiada guna
sebenarnya kau dikota inderaluka

-Amin Arawi
31/5/2015
3:03 am

No comments:

Post a Comment